Kasus Vaksin AstraZeneca Terungkap Saat Pegawai Tak Bisa Kerja Usai Disuntik

Jakarta, Berita55 — Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) mengungkapkan bahwa temuan kasus di Sulawesi Utara diawali perusahaan yang protes lantaran banyak pegawai tak bisa bekerja usai disuntik vaksin AstraZeneca.

Temuan KIPI berupa demam, menggigil, nyeri badan hingga tulang dan muntah serta mual itu juga disebutkan membuat perusahaan tempat bekerja para pegawai sempat khawatir.

"Terlihatnya di Sulut ini dilakukannya di beberapa tempat umum, dan KIPI yang dilaporkan kebanyakan dari pegawai perusahaan, pegawai publik, pegawai masyarakat," kata Ketua Komnas KIPI Hindra Irawan Satari dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Selasa (30/3).

Pimpinan perusahaan terkait lantas merasa khawatir dengan kondisi kesehatan pegawainya. Terlebih banyak yang tidak masuk kerja.

Meski begitu, Hindra memastikan warga yang mengalami gejala usai divaksinasi AstraZeneca kini sudah dalam keadaan sembuh.

"Alhamdulilah tidak ada dua hari, semua berakhir sehat," jelas Hindra.

Berdasarkan hasil kajian analisis dan investigasi dari Komisi Daerah (Komda) KIPI Sulut, KIPI yang ditemukan pada warga hanya bersifat ringan dan sebagian mengarah pada Immunization stress-related response (ISRR) alias kecemasan berlebihan.

Hasil kajian itu telah melalui pengecekan menyeluruh yang dilakukan Komda KIPI Sulut di fasilitas kesehatan yang dilaporkan mengalami KIPI.

Selain itu, hasil kajian juga dianalisa bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, Badan Kesehatan Dunia (WHO), hingga UNICEF.

Hindra lalu merekomendasikan agar vaksinasi menggunakan AstraZeneca tetap dilanjutkan. baik di Sulawesi Utara maupun daerah lainnya.

Sebelumnya, Pemerintah provinsi Sulawesi Utara memutuskan untuk menyetop sementara penggunaan vaksin AstraZeneca usai 990 orang dari 3.990 penerima vaksin AstraZeneca dilaporkan mengalami KIPI berupa demam, menggigil, nyeri badan hingga tulang dan muntah serta mual.

Temuan itu juga direspons oleh Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo Rizal Yusuf Kune yang menyatakan bahwa pihaknya akan menolak penggunaan vaksin Astrazeneca, untuk vaksinasi Covid-19 di daerahnya.

Merespons penolakan itu, Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca tak tercatat sebagai salah satu vaksin yang akan dikirim ke Provinsi Gorontalo sementara ini.

"Aku cek dulu dengan tim yaa, karena kita tidak distribusi (AstraZeneca) ke Gorontalo ya," kata Nadia. (com)