Sandiaga Uno Khawatir Bom Makassar Pengaruhi Pariwisata

Jakarta, Berita55 -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno khawatir ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dapat mempengaruhi pariwisata Indonesia di mata Internasional.

Olehnya, ia mengajak seluruh anggota masyarakat khususnya di destinasi wisata dan ekonomi kreatif bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

"Salah satu faktor penilaian dalam daya saing pariwisata, indeks travel, adalah security dan safety. Tentunya, kita harus minimalisir kejadian ini tidak berdampak turunnya indeks safety dan security bagi Indonesia," ujarnya dalam konferensi pers, Senin (29/3).

Hingga saat ini, Kemenparekraf juga terus melakukan identifikasi terkait dampak atas peristiwa tersebut terhadap pariwisata dan ekonomi kreatif yang tengah mengalami tekanan akibat pandemi covid-19.

"Bagi Kemenparekraf rasa aman merupakan hal yang paling penting bagi masyarakat Indonesia dan wisatawan," ucap Sandiaga.

Ia juga menyampaikan keprihatinnya atas insiden teror bom yang terjadi pada hari peringatan minggu palma tersebut.

Kemenparekraf, kata Sandiaga, ke depan akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi para wisatawan.

"Saya ingin sampaikan rasa prihatin dan doa terbaik bagi para korban. Semoga para korban segera diberikan kepulihan dan kami mengutuk keras aksi terorisme di Gereja Katedral Makassar. Terorisme sama sekali tidak berkaitan dengan agama manapun. Semua agama menolak aksi teror," tegasnya.

Peristiwa bom bunuh diri di sekitar Gereja Katedral, Makassar terjadi pada Minggu (28/3) pagi kemarin. Kejadian itu mengakibatkan 20 orang mengalami luka-luka, terdiri dari masyarakat dan petugas keamanan gereja.

Diketahui, ledakan terjadi pasca-misa kedua berlangsung. Sebagian umat yang mengikuti ibadah sudah pulang ke rumah masing-masing. (*)