"Bersihkan Geng Makassar" Tiba-tiba Trending di Twitter

Makassar, Berita55 -- Topik "Bersihkan Geng Makassar" tiba-tiba trending nomor 3 di twitter hari ini, Sabtu, 27 Februari 2021 dengan jumlah cuitan sudah mencapai 5 ribu lebih.

Ternyata topik tersebut berisi cuitan-cuitan terkait Jusuf Kalla (JK), mantan Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan ke-20.

Dari cuitan-cuitan teratas, terlihat bahwa JK dijadikan sorotan terkait pernyataanya soal buzzer.

“Kalau gini namanya dunia terbalik. Bersihkan Geng Makassar,” tulis @errubyjanee.

Di bawah cuitannya tersebut terdapat Karikatur JK dengan tulisan "Kalau yang mendukung NKRI disebut buzzer, kalau yang pro gabener DKI dibilang pendukung."

“Dulu diam? Sekarang berkoar-koar! Bersihkan geng Makassar,” tulis @mba_tribuana.

Di bawahnya juga terdapat gambar karikatur JIK dengan tulisan "JK bilang buzzer berisik padahal jaman JK.. JK membiarkan Saracen, Muslim Cyber Army, dan Piyungan yang hampir setiap hari menyerang pemerintah."

“Protes pak tua tentang berisiknya buzzer, padahal dia sendiri buzzer. Bersihkan geng Makassar,” tulis @MARA06702750.

Di bawahnya juga terlampir gambar JK bertuliskan pernyataan JK tentang buzzer dan juga tulisan "Padahal sumber kekacauan adalah bohir FPI."

Cuitan-cuitan warganet lain juga memiliki pola serupa yaitu berisi pernyataan sindiran terhadap JK disertai gambar bernuansa karikatur ataupun meme.

Dalam beberapa kesempatan, JK memang beberapa kali menyinggung soal kehadiran buzzer yang sering menyerang pengkritik.

Salah satunya ketika beberapa hari yang lalu JK menyebutkan bahwa buzzer adalah sumber segala kekacauan di Indonesia.

“Sebenarnya buzzer itu mulai pada setiap kampanye. Tapi itu biasa saja, bagaimana memuji pasangan calon yang didukungnya atau mencela lawannya,” kata JK pada Selasa 23 Februari 2021, dilansir dari detiknews.

“Jadi tolonglah siapa itu yang bisa memperbaiki. Sebab sumber segala kekacauan adalah buzzer-buzzer itu. Seharusnya sudahlah, tidak perlu lagi ada pencitraan yang macam-macam. Tidak perlu lagi merusak nama orang, biar demokrasi berjalan dengan baik,” papar JK. (*)