RI-Korsel Kerjasama Kembangkan Vaksin Covid-19

Jakarta, Berita55 -- Dalam jumpa pers bersama usai pertemuan, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menjelaskan Indonesia dan Korea Selatan tengah bekerja sama untuk mengembangkan vaksin COVID-19.

"Pengembangan vaksin (melalui) kerja sama PT Kalbe Farma dan Genexine yang rencananya akan melakukan uji klinis tahap 2 dan 3 di Jakarta dan Jawa Tengah pada Juli 2021. Jika semua tahapan terlewati dengan baik, maka diharapkan vaksin akan tersedia di akhir tahun 2021," kata Retno.

Ini bukan kali pertama Indonesia dan Korea Selatan bekerja sama dalam bidang kesehatan. Sebelumnya kedua negara pernah bekerja sama dalam hal pengadaan alat perlindungan diri, peralatan diagnostik, dan obat-obatan.

Selain kerja sama mengembangkan vaksin, lanjut Retno, Indonesia dan Korea Selatan juga sedang bekerja sama dalam pengembangan terapeutik. kerja sama tersebut berlangsung antara National Institute of Health Reserach and Development and Daewoong Infion, PT. Kalbe Farma, dan Genexine dalam produksi obat COVID-19 yang saat ini sudah dalam tahap pengujian.

Ada pula kerja sama dalam pengadaan alat diagnostik. Perusahaan diagnostik asal Korea Selatan, SD Biosensor dan Sugentech berencana membuka pabriknya di Indonesia.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan KOICA (Badan Kerja Sama Internasional Korea) kemarin menandatangani kesepakatan tentang pemberian bantuan senilai $4 juta untuk mendukung program penanangan pandemi COVID-19 serta dampak sosial ekonominya di Indonesia.

Retno mengatakan meski masih dalam masa pandemi COVID-19, kerja sama perdagangan dan investasi kedua negara masih menunjukkan kinerja positif. Di bidang perdagangan, selama kuartal pertama tahun ini perdagangan bilateral Indonesia dan Korea Selatan meningkat 15,2 persen ketimbang periode serupa tahun lalu.

Ekspor Indonesia ke Korea Selatan juga melonjak 7,9 persen di kuartal pertama 2021.

Di sektor investasi, realisasi investasi Korea Selatan di Indonesia tahun lalu naik menjadi $1,84 miliar dari $1,2 miliar pada 2019. Realisasi terbesar dalam bidang industri mobil listrik dan ekosistemnya.

Kepada Chung, Retno juga menyampaikan pentingnya penguatan perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia di Korea Selatan. Saat ini terdapat 33 ribu pekerja migran Indonesia di negeri Ginseng itu, termasuk 5.950 orang menjadi awak kapal ikan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Chung Eui-yong mengatakan dalam pertemuannya dengan Retno Marsudi, keduanya membahas berbagai langkah kongkret dalam penanganan pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.

"Kedua Menlu juga sepakat untuk memperluas kerja sama di bidang penanggulangan COVID, vaksinasi, dan kesehatan. Indonesia merupakan mitra kerja sama yang diprioritaskan oleh Korea Selatan dalam penanganan COVID-19. Sebagaimana kami lakukan tahun lalu, tahun ini juga kami akan memberikan bantuan berupa perlatan penanggulangan COVID, perlatan medis, serta memberikan bantuan pada peningkatan kapasitas penanggulangan COVID bagi Indonesia," ujar Chung.

Chung menambahkan Korea Selatan dan Indonesia sepakat untuk mendorong kesetaraan akses vaksin COVID-19 untuk semua negara. Kedua negara juga akan memperluas kerja sama buat mengembangkan dan memproduksi vaksin COVID-19. (*)