Distribusikan Logistik Hingga Bantu Evakuasi Bukti Sinergitas TNI-Polri di Masamba

Lutra, Berita55 -- Personil Sat Sabhara Polres Luwu Utara bersama Personil BKO Polres Luwu Timur dan Paskhas TNI AU gotong royong membersihkan sisa lumpur dan material kayu yang masuk di Mesjid Syuhada Masamba Kab Luwu Utara Pasca banjir bandang Senin lalu, Rabu (22/7/20).

Kegiatan gotong royong ini juga untuk memupuk sinergitas TNI-Polri dalam pelaksanaan tugas kedepannya.

Adapun kegiatan pembersihan ini di lakukan oleh seluruh jajaran Polda Sulsel, Brimob dan Polres jajaran yang melaksanakan BKO di Kab. Luwu Utara dan kami sudah memploting personil untuk melaksanakan Pengamanan dan Penganturan lalin, pembersihan tempat-tempat ibadah, rumah warga yang terdampak banjir bandang dan pendistribusian logistik ke Posko- posko pengusian warga.

Selain menjalin rasa gotong royong antar aparat dan masyarakat, kegiatan seperti ini juga menjadi salah satu cara mendekatkan diri dengan masyarakat, seringnya bersama-sama dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, baik kerja bakti maupun pertemuan-pertemuan desa serta acara adat istiadat.

Kegiatan kerja bakti ini juga untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan karena merupakan bentuk ibadah, dan selain itu dengan kerja bakti juga untuk memupuk rasa kebersamaan dan silaturahmi antar warga sehingga terbina kerukunan dan rasa toleransi antar warga.

Dengan suasana gotong royong ini diharapkan dapat tercipta kemitraan antara aparat Polri khususnya dengan masyarakat, karena kemitraan dengan masyarakat merupakan langkah positif dalam menekan bahaya gangguan kamtibmas.

Kerja bakti dimaksudkan juga untuk bertemunya antar warga karena kesibukan sehari-hari, dalam kerja bakti ini kita dapat menikmati susana sambil bersenda gurau yang dapat menimbulkan kegembiraan dan keakraban antar warga.

Dalam kerja bakti para pejabat RT ataupun pemerintahan dapat memberikan semangat dan pengarahan dalam masalah kebersihan, sampah dan kebijakan pemerintahan. Hanya dibutuhkan kemauan/niat dari para pejabat pemrintah setempat untuk turun kelapangan.

Kerja bakti merupakan kegiatan yang tidak mengharapkan imbalan uang, dilakukan secara sukarela, hasilnya dapat dinikmati bersama-sama, dalam situasi sekarang ini memang sulit dilakukan karena kesibukan dan rasa egoisme dari pribadi.

Kerja bakti merupakan sarana kebersamaan antar warga guna membantu tercapainya kenyamanan desa dengan melakukan pembangunan-pembangunan yang bermanfaat bagi desa bersangkutan.

Karena semua warga terutama pria berkumpul sedangkan ibu-ibu menyiapkan makan dan minum ala kadarnya, menjadikan rasa saling gotong royong dalam kerja bakti tersebut akan menciptakan kerukunan yang mungkin sulit dicapai pada kesempatan lain. Inilah momentum untuk membangun kerukunan antar warga. (hum)