Museum SBY Tetap Jalan Tanpa Hibah Rp9 M

Jakarta, Berita55 -- Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengatakan pembangunan Museum SBY-Ani di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur tetap berjalan meskipun Pemprov Jatim membatalkan pemberian dana hibah Rp9 miliar.

"Ya pasti pembangunan tetap berlanjut," kata Kamhar, Senin (22/2).

Kamhar mengklaim sejak awal pihak SBY Foundation tak pernah berniat untuk meminta bantuan dana dari pemerintah melalui APBN atau APBD untuk membangun museum tersebut.

Ia menjelaskan anggaran utama pembangunan museum tersebut berasal dari iuran kader Demokrat maupun donasi dari kolega keluarga Ketua Majelis Tinggi Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Itu yang jadi sumber utama. Namun dalam perjalanannya Pemda Jatim dan Pemkab Pacitan memandang perlu memberikan insentif, ya wajar aja," ujarnya.

Lebih lanjut, Kamhar menyatakan tujuan awal SBY membangun museum karena ingin memberikan warisan terbaik bagi tanah kelahirannya.

SBY, kata dia, memiliki harapan agar museum tersebut menjadi sarana pendidikan dan motivasi bagi masyarakat Pacitan.

"Sebelum ak SBY jadi presiden, Pacitan belum termasuk kabupaten yang populer. Sejak SBY jadi presiden, Pacitan mulai dikenal. Secara akseleratif pembangunan terjadi di Pacitan," kata dia.

Pembatalan dana hibah bagi pembangunan Museum SBY-Ani itu tertera dalam surat dari Pemprov Jatim bernomor 910/3050/201.2/2021 tentang penarikan kembali bantuan keuangan khusus Kabupaten Pacitan pada perubahan APBD Provinsi Jawa Timur tahun Anggaran 2020.

Bupati Pacitan Indartato mengakui bila dana hibah pembangunan museum tersebut ditarik lantaran ramai mendapat sorotan publik.

"(Dana hibah) museum itu, ada surat dari [Pemprov] Jawa Timur bahwa disuruh menghentikan. Intinya begitu," kata Indartato kepada wartawan, Senin (22/2). (*)