Banjir, 1.380 Warga Jakarta Harus Mengungsi

Jakarta, Berita55 -- Sejumlah wilayah di DKI Jakarta disergap bencana banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur, Sabtu, 20 Februari 2021, dini hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan akibat banjir sebanyak 139 Rukun Tetangga (RT) dan 1.380 jiwa orang harus mengungsi.

Berdasarkan data BPBD DKI Jakarta, bencana banjir yang terjadi akhir pekan ini melanda pemukiman di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.

Rinciannya, 29 RW terdampak di Jakarta Selatan terdiri dari 44 RT dengan ketinggian 40 sentimeter hingga 150 sentimeter, pengungsi tujuh Kepala Keluarga (KK) dengan total 19 jiwa.

Sementara di Jakarta Timur, terdapat 50 RW terdampak banjir terdiri dari 143 RT dengan ketinggian 40 sentimeter hingga 180 sentimeter, dan 372 KK dengan total 1.361 jiwa sedang mengungsi.

Sedangkan di Jakarta Barat, terdapat 4 RW dan 6 RT terdampak bencana banjir.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Sabdo Kurnianto mengatakan secara keseluruhan sebanyak 193 RT dari total 30.470 RT yang terdampak.

Dengan persentase, lanjut dia, sebesar 0,633 persen dan jumlah pengungsi di seluruh DKI sebanyak 379 KK dengan total 1.380 jiwa.

"Selain itu, dapat kami sampaikan bahwa sejumlah wilayah yang masih terdampak tersebut disebabkan oleh tingginya curah hujan dan luapan Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Pesanggrahan di Jakarta Selatan, serta luapan PHB Sulaiman, Kali Sunter, Kali Cipinang di Jakarta Timur," kata Sabdo.

Sabdo menambahkan kejadian itu diakibatkan karena menurut citra radar cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Sabtu pukul 01.30 WIB dini hari, terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi merata di wilayah Jabodetabek.

Kondisi tersebut, kata Sabdo, menyebabkan sejumlah wilayah di Jakarta terdampak banjir.

Untuk itu, lanjut dia, jajaran Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan unsur TNI/Polri, kelurahan setempat, relawan, hingga masyarakat telah bersiaga menyiapkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menghadapi semua kemungkinan.

Selain itu juga, kata Sabdo, tanggap dengan memantau secara intensif perkembangan cuaca sehingga bisa merespon dengan cepat apa pun kondisinya.

Serta, menggalang kekuatan dari berbagai sumber daya dan memanggul tugas secara bersama.

"Hingga kini dapat dilaporkan bahwa tidak ada korban jiwa. Kondisi genangan sedang ditangani Dinas Sumber Daya Air, Damkar, dan PPSU Kelurahan yang ditargetkan akan surut dalam waktu cepat," kata dia.

Pihaknya, tambah Sabdo, juga masih mengerahkan personel untuk memantau situasi di lokasi-lokasi yang rawan terdampak genangan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Jika terjadi keadaan darurat dapat menghubungi call center 112, serta melaporkan jika menemukan genangan banjir melalui aplikasi JAKI dan peta bencana.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap melakukan protokol kesehatan 3M, yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak. (*)