Gegara Kapolsek Astanaanyar, Semua Polsek di Bandung Tes Urine

Jakarta, Berita55 -- Jajaran Polrestabes Bandung melakukan tes urine kepada seluruh anggotanya di 28 Polsek secara rutin. Langkah itu diambil usai Kompol Yuni Purwanti terlibat dalam kasus narkoba.

Diketahui, Kompol Yuni Purwanti langsung dicopot dari jabatan Kapolsek Astanaanyar usai tersandung kasus narkoba bersama belasan anggotanya.

"Dari 28 polsek secara rutin akan dicek termasuk di dalamnya perwira dan anggota," ujar Kepala Bagian Sumberdaya (Sumda) Polrestabes Bandung AKBP Ujang Burhanuddin di Mapolsek Bandung Wetan, Kamis (18/2).

Selain di Bandung Wetan, sidak tes urine tersebut juga bakal dilakukan di Mapolsek Sumur Bandung dan Mapolsek Regol. Pemeriksaan serupa dilakukan di seluruh polsek wilayah kerja Polrestabes Bandung. Sampel urine nantinya diperiksa oleh Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polrestabes Bandung.

"Untuk hari ini rencananya 3 polsek. Di Bandung Wetan, ada 10 anggota yang dicek urine semuanya negatif," ucap Ujang.

Dengan adanya kasus keterlibatan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polrestabes Bandung, Ujang mengimbau kepada seluruh anggota untuk tidak turut serta. Ada sanksi berat yang menanti.

Ancaman sanksinya sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang bakal memecat dengan tidak hormat anggota yang terbukti mengonsumsi narkoba.

"Jangan sampai main main dengan narkoba karena risikonya dengan program Kapolri baru tidak ada ampun bagi anggota yang menggunakan narkoba. Itu langsung disanksi karena sudah ada ketentuannya," ujarnya.

Sebelumnya, 12 personel termasuk Kapolsek Astanaanyar diduga terlibat penyalahgunaan narkoba. Kapolsek Astanaanyar yakni Kompol Yuni Purwanti yang tengah diperiksa Divisi Propam Polda Jabar kini telah dicopot dari jabatannya sebagai kapolsek. (*)