PSM Dihukum FIFA Gegara Tunggak Gaji Pemain

Makassar, Berita55 -- PSM Makassar dijatuhi sanksi larangan transfer pemain oleh FIFA. Sanksi tersebut lantaran tunggakan gaji mantan pemain asing mereka, Giancarlo Lopes Rodrigues.

Sanksi itu diketahui mengacu surat dari PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang ditandatangani Direktur Utama, Ahmad Hadian Lukita kepada PSM. Dalam surat itu disebutkan LIB melakukan implementasi terkait status sengketa pemain antara Rodrigues dengan PSM sesuai salinan putusan FIFA Dispute Resolution Chamber (DRC) tertanggal 29 Januari yang dituangkan dalam tiga poin.

Pertama, FIFA memutuskan untuk menghukum PSM berupa larangan melakukan pendaftaran pemain pada tingkat nasional maupun internasional. Sanksi itu berlaku paling lama tiga periode pendaftaran atau sampai kewajiban klub dapat diselesaikan.

Kedua, PT LIB selaku operator kompetisi menyatakan akan melakukan proses pemblokiran sistem pendaftaran kepada PSM sampai kewajiban klub dipenuhi. Terakhir, LIB memberitahukan kepada klub-klub Liga 1 terkait sanksi larangan pendaftaran pemain untuk tiga periode yang didapat PSM.

Saat dikonfirmasi, Hadian Lukita membenarkan beredarnya surat dari LIB untuk PSM.

"Iya benar. Itu sudah lama surat FIFA ke PSSI. Cuma sesuai arahan dari PSSI kita harus menyampaikan ke klub. Kami diminta PSSI untuk tolong sampaikan klub supaya mematuhi statuta dan regulasi FIFA," ujar Hadian Lukita, Senin (15/2).

Di sisi lain, pihak PSM belum memberikan respons terkait sanksi larangan transfer selama tiga periode yang dijatuhkan FIFA. Media officer PSM, Sulaiman Karim yang dihubungi tidak memberikan jawaban mengenai kasus ini.

Rodrigues sendiri telah meninggalkan PSM dan bergabung dengan klub Bangladesh, Sheikh Russel KC pada akhir tahun lalu. Penyerang asal Brasil itu sempat bercerita terkait pemenuhan haknya yang tidak dilakukan oleh PSM melalui akun Instagram miliknya.

"Tentang kepergian saya dari PSM Makassar, klub telah gagal memenuhi kewajibannya terkait dengan pembayaran [gaji]. Enam bulan saya tinggal di rumah, mereka tidak pernah menjawab dan tidak menelepon untuk memberi penjelasan," tulis Rodrigues.

"Inilah alasan sebenarnya kepergian saya. Jika mereka sedikit menghormati saya, mungkin bahkan hari ini saya akan berada di klub ini." (*)