Vitamin C dan Zinc Tak Kurangi Gejala Covid

Jakarta, Berita55 -- Minum vitamin C sangat disarankan untuk meningkatkan imunitas tubuh. Lantas apakah vitamin C dan zinc bisa membantu Anda terhindar dari Covid-19?

Menurut sebuah penelitian klinis acak terhadap dua jenis suplemen, vitamin C dan zinc (seng) tidak ampuh mengurangi gejala covid-19. Fakta tersebut berbanding terbalik dengan popularitas 2 suplemen tersebut untuk melawan penyakit covid-19.

Penelitian tersebut dipublikasikan pada JAMA Network Open pada Jumat (12/2). Penelitian tersebut mengungkapkan vitamin C dan zinc tidak bermanfaat bagi pasien covid-19, bahkan dalam dosis tinggi sekalipun.

Sayangnya, penelitian tersebut dihentikan lebih awal. Kesimpulan tersebut diambil dari uji klinis tahap pertama secara acak pada sampel di bawah pengawasan medis.

Dalam uji klinis tersebut, pasien covid-19 yang melakukan isolasi mandiri diberikan vitamin C dan zinc dosis tinggi. Sampel yang diuji merupakan tiga kelompok pasien covid-19 yang terdiri dari 214 orang dewasa.

Sedangkan, kelompok keempat mendapat perawatan standar, seperti istirahat, hidrasi, dan obat penurun demam, tetapi tidak ada suplemen vitamin C dan zinc, sebagai pembanding.

"Zinc gluconate (seng) dosis tinggi, asam askorbat (vitamin C), atau kedua suplemen itu tidak mengurangi gejala SARS-CoV-2 (virus corona)," ujar Ahli Jantung dari Cleveland Clinic Milind.

Sementara itu, Profesor Jurusan Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins Michos menuturkan dosis tinggi vitamin C dan zinc justru menyebabkan beberapa efek samping yang tidak menyenangkan bagi pasien.

"Lebih banyak efek samping seperti mual, diare, dan kram perut, dilaporkan terjadi pada kelompok yang diberikan suplemen dibandingkan pada kelompok perawatan biasa," tulisnya.

Untuk meningkatkan kekebalan dan kesehatan tubuh, konsumsi vitamin C dan zinc sesuai batas dan anjuran dokter masih disarankan. (*)