Pembangkit Nuklir Fukushima Dinyatakan Aman Usai Gempa 7,3 SR

Jakarta, Berita55 -- Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO) mengumumkan tidak ada penyimpangan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima usai gempa bumi magnitudo 7,3 mengguncang wilayah itu.

Operator TEPCO menyebut pembangkit nuklir Daiichi dan Daini, atau di pembangkit nuklir Kahiwazaki-Kariwa, tidak melihat ada kejanggalan di fasilitas nuklir Onagawa.

Mereka juga mencatat ada perubahan pada tingkat radiasi di sekitar pabrik.

Gempa melanda Fukushima hanya beberapa minggu sebelum peringatan 10 tahun gempa pada 11 Maret 2011 yang menghancurkan timur laut Jepang. Saat itu, gempa juga memicu tsunami besar yang menyebabkan krisis nuklir di pembangkit fasilitas Daiichi.

Itu adalah krisis nuklir terburuk di dunia dalam seperempat abad terakhir, setelah kasus kebocoran fasilitas nuklir Chernobyl di Rusia.

Sebelumnya, operator pembangkit nuklir Fukushima TEPCO mengatakan sedang memeriksa status fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir usai gempa magnitudo 7,3 mengguncang Fukushima, Jepang, Sabtu (13/1) malam.

Hal ini disampaikan perusahaan itu dalam cuitan di akun resmi, seperti dilaporkan AFP.

Fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir ini sempat meledak setelah gempa yang mengguncang kawasan itu pada 11 Maret 2011.

Saat itu, gempa menghancurkan bagian timur laut Jepang dan memicu tsunami besar. Gempa dan tsunami lantas mennyebabkan pemadaman listrik dan berpengaruh pada pembangkit nuklir di kawasan itu yang akhirnya meleleh akibat tak berfungsinya pendingin reaktor.

Sementara itu, akibat gempa puluhan warga luka dan dilaporkan tak ada korban jiwa. Gempa bumi juga memicu pemadaman listrik yang luas. Pemadaman listrik tampaknya terkonsentrasi di timur laut Jepang, termasuk Fukushima dan prefektur tetangga.

Pemadaman ini berdampak pada sekitar 950.000 rumah tangga, jelas juru bicara pemerintah Katsunobu Kato mengatakan dalam sebuah pengarahan yang disiarkan oleh penyiar publik NHK.

Namun, hingga saat ini belum dilaporkan terjadi kerusakan besar di kawasan itu. Selain itu, tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan otoritas setempat.

Pusat gempa berada di lepas pantai prefektur Fukushima pada kedalaman 60 km (36 mil), kata Badan Meteorologi Jepang. Gempa mengguncang gedung-gedung untuk beberapa waktu saat gempa melanda sekitar pukul 11:08 waktu setempat (1408 GMT/ 21:08 WIB).

Gempa ikut mengguncang rumah dan perkantoran di ibu kota Tokyo, yang jaraknya ratusan kilometer di selatan Fukushima.

Gempa bumi sering terjadi di Jepang, salah satu daerah seismik paling aktif di dunia. Jepang menyumbang sekitar 20 persen gempa bumi di dunia dengan kekuatan 6 atau lebih besar. (*)