Pejabat Pemprov Incar Jabatan di Pemkot Makassar

Makassar, Berita55 -- Proses lelang jabatan eselon II Pemkot Makassar juga diramaikan ASN Pemprov Sulsel. Mereka juga mengincar jabatan kepala dinas.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Basri Rakhman mengatakan, ada 17 berkas yang dirampungkan setelah proses pendaftaran ditutup Kamis, 11 Januari. "Jadi ada juga dari luar. Seperti dari Pemprov Sulsel dan Badan Narkotika," ujarnya, Jumat, 12 Februari.

Basri menerangkan di internal Pemkot Makasar, unsur camat, lurah dan kepala bidang juga ikut mendaftar. "Para pendaftar kita privasikan dahulu. Biarlah ini berproses," lanjutnya.

Basri mengungkapkan, proses lelang terbuka memang membuka keran ASN di luar Pemkot Makassar bisa turut serta. "Intinya mereka memenuhi syarat silakan mendaftar," imbuhnya.

Sejauh ini berkas pelamar masih di Sekretariat Pemkot Makassar. Belum sampai di meja Tim Panitia Seleksi (Pansel). Basri menjelaskan, berkas mereka baru akan diserahkan ke Pansel pada Senin, 14 Februari.

Anggota Tim Pansel, Asri Sahrun Said mengungkapkan, pihaknya sengaja belum mengutak atik berkas. Menunggu hingga proses pendaftaran usai. "Setelah itu baru diperiksa," terang dia.

Kepala BKD Sulsel, Imran Jausi baru mengetahui adanya pegawai pemprov yang ikut dalam lelang JPT Pratama di Pemkot Makassar. Meski begitu keikutsertaan pegawai ini dinilai tak melanggar aturan.

Menurutnya, jika mengkui proses lelang yang bersangkutan tak perlu mengurus proses pindah yang berbelit dan mulai jabatan dari awal. Pasalnya, saat lelang jabatan disyaratkan harus mendapat izin dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) atau gubernur.

"Ini kan skemanya lelang terbuka. Boleh diikuti oleh siapa saja yang bersyarat. Yang pasti kalau dari pemprov, pasti sudah ada izin dari gubernur itu," ungkapnya.

Ketua Tim Pansel Lelang JPT Pratama Pemkot Makassar, Prof Syamsu Alam mengatakan, pihaknya masih menunggu berkas yang diserahkan dari sekretariat. Kata dia, kemungkinan proses lelang akan mulur dari waktu yang ditentukan.

"Sebetulnya kita tidak berbicara waktu. Tigas pansel menuntaskan proses lelang sampai muncul tiga nama. Tetapi memang bisa saja lebih dari waktu yang direncanakan," katanya. (*)