5 Kebiasaan yang Dapat Membahayakan Jantung

Jakarta, Berita55 -- Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja tanpa mengenal usia atau jenis kelamin. Namun, hal ini masih dapat dicegah apabila Anda tidak melakukan kebiasaan yang membahayakan jantung.

Berdasarkan data WHO 2015, 70 persen kematian di dunia disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM) di mana 45 persennya berasal dari penyakit jantung dan pembuluh darah.

Penyakit jantung bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari sejumlah kebiasaan buruk, di antaranya sebagai berikut:

1. Merokok

Merokok menjadi salah satu dari tiga faktor utama seseorang terkena penyakit jantung, dan hampir sepertiga di antaranya menyebabkan kematian.

Mengutip dari Penn Medicine, setiap kali menghirup sebatang rokok itu sama dengan memasukkan lebih dari 5 ribu bahan kimia berbahaya ke dalam tubuh.

Salah satu kandungan kimia pada rokok adalah karbonmonoksida, yang dapat menurunkan jumlah oksigen dalam sel darah merah dan merusak jantung.

Selain membahayakan jantung, merokok terus-menerus juga bisa meningkatkan jumlah kolesterol pada Arteri

.

Baik rokok batangan maupun elektrik keduanya sama-sama berbahaya karena Anda masih tetap terpapar nikotin, racun, logam dan kontaminan lain.

2. Makan Terlalu Banyak

Kebiasaan makan terlalu banyak bisa menyebabkan kelebihan berat badan hingga obesitas yang berisiko terkena penyakit jantung. Kadar lemak terlalu tinggi dalam darah, mengakibatkan penyumbatan karena adanya penumpukan plak pada pembuluh darah.

Langkah antisipasi untuk mengurangi risiko terkena penyakit jantung, sebaiknya konsumsi makanan kaya nutrisi dan baik bagi jantung seperti buah sitrus, ikan tuna, dan sayuran hijau.

Hindari makan berlebih jelang waktu istirahat atau tidur malam, karena kebiasaan ini memiliki efek buruk yang tidak hanya bahaya bagi jantung tapi juga berisiko terjadinya:

- Gangguan tidur karena perut terasa begah.

- GERD atau penyakit lambung yang meningkatkan asam lambung naik ke kerongkongan.

- Diabetes melitus dikarenakan adanya penumpukan lemak terutama bagian perut dan bisa mengganggu metabolisme gula.

3. Kurang Aktivitas Fisik

Kebiasaan yang membahayakan jantung lainnya adalah kurang aktivitas fisik, salah satunya terlalu lama duduk atau bersandar / tidur.

Minim kegiatan dan tidak banyak melakukan gerakan dapat meningkatkan penimbunan lemak dan gula darah, hingga menyebabkan serangan jantung mendadak maupun stroke.

Untuk itu biasakan berolahraga secara rutin dan teratur. Tidak perlu langsung melakukan yang berat, tapi coba dengan jalan santai, membersihkan rumah atau turun naik tangga.

Durasi aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan jantung minimal 20 menit per hari atau 150 menit per minggu. Ini cukup membantu turunkan kolesterol dan memperkuat otot jantung.

4. Konsumsi Alkohol Berlebih

Dampak buruk akibat terlalu banyak konsumsi minuman beralkohol, berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan termasuk jantung.

Konsumsi minuman alkohol berlebih dalam sehari, berisiko meningkatkan kadar trigliserida yang menyebabkan oksidasi asam lemak terganggu sehingga menumpuk di hati.

Tidak hanya berbahaya bagi kesehatan jantung, konsumsi alkohol juga bisa membuat tekanan darah tinggi dan kadar lemak darah meningkat serta memicu gagal jantung.

Takaran maksimal bagi pria ketika minum alkohol hanya boleh dua gelas dalam sehari dan untuk wanita satu gelas. Tapi, cara terbaiknya adalah dengan perbanyak minum air putih.

5. Stres

Stres dan depresi memang tidak boleh dianggap sepele, karena hal ini bisa membuat Anda berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung.

Ketika seseorang mengalami stres, tubuhnya akan mengalami peningkatan tekanan darah yang memaksa jantung bekerja terlalu keras serta menyebabkan kerusakan permanen.

Bahkan, kondisi stres juga memicu penderitanya melakukan hal-hal tidak sehat seperti merokok, minum alkohol dengan takaran tidak wajar, makan sembarangan dan berlebih.

Untuk itu, cerdas dalam mengelola stres sangatlah penting. Anda bisa alihkan dengan olahraga, meditasi atau yoga, mendengarkan musik, atau bila perlu konsultasi ke psikolog.

Kebiasaan yang berdampak buruk bagi jantung seperti di atas memang bisa saja tidak terhindarkan. Tapi, semua itu harus dicegah supaya tidak terjadi hal yang merugikan.

Selain merubah perilaku hidup menjadi lebih sehat dan meninggalkan kebiasaan yang membahayakan jantung,jangan lupa untuk rutin melakukan medical check up. (*)