Kalah Adu Penalti, Dua Legenda Inggris Kritik Penalti Rashford

Jakarta, Berita55 - Teknik penalti bintang timnas Inggris, Marcus Rashford, pada laga final Euro 2020 melawan timnas Italia menjadi sorotan.

Pertandingan final Euro 2020 antara Italia vs Inggris dihelat di Stadion Wembley, London, Inggris, pada Senin (12/7/2021) dini hari WIB.

Pemenang laga Italia vs Inggris harus ditentukan lewat adu penalti setelah skor imbang 1-1 bertahan sampai extra time.

Pada babak adu penalti, tiga eksekutor timnas Inggris, yakni Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka, gagal menunaikan tugasnya.

Di sisi lain, hanya ada dua algojo timnas Italia yang gagal, yakni Andrea Bellotti dan Jorginho.

The Three Lions, julukan timnas Inggris, pada akhirnya gagal mengangkat trofi juara Euro 2020 setelah kalah 2-3 dari Italia lewat adu penalti.

Seusai laga, dua legenda timnas Inggris, Frank Lampard dan Alan Shearer, kompak mengkritik teknik penalti Marcus Rashford.

Secara garis besar, urutan eksekusi penalti Rashford adalah berlari kecil dengan langkah lebar, joging jinjit sambil melihat Gianluigi Donnarrumma (kiper Italia), dan menendang dengan kaki kanan bagian dalam.

Rashford sebenarnya mampu mengecoh Donnaruma. Tendangan Rashford mengarah ke kiri gawang, sementara Donnarumma bergerak ke sisi kanan.

Namun, Rashford bernasib sial karena bola tendangan kaki kanannya membentur tiang gawang.

Menurut Lampard, Rashford seharusnya tidak menggunakan teknik ancang-ancang joging jinjit untuk mengeksekusi penalti pada laga sebesar final Euro 2020.

Sebab, teknik tersebut terlalu beresiko. Lampard menilai Rashford seharusnya menendang lebih keras untuk memperbesar peluang gol.

"Saya tidak pernah menendang penalti dengan teknik seperti Rashford. Saya dan mungkin banyak eksekutor lain tidak akan mengubah gaya penaltinya," kata Lampard dikutip dari situs Metro.

"Dalam latihan, mungkin teknik penalti dengan ancang-ancang joging jinjit sambil menunggu lebih mudah dilakukan. Sebab, Anda tidak menghadapi tekanan penonton," ucap Lampard.

"Namun, teknik itu akan sulit dilakukan pada laga sebesar final Euro 2020 yang penuh dengan tekanan," tutur legenda Chelsea itu menambahkan.

Kritik yang nyaris serupa juga disampaikan oleh top skor sepanjan masa Premier League, Alan Shearer.

Namun, Shearer tidak mempermasalahkan teknik joging jinjit yang digunakan Rashford.

Shearer hanya menyayangkan tendangan Rashford yang terlalu lemah.

Terlepas dari hal itu, Shearer tidak mau menyalahkan Rashford maupun Sancho dan Saka yang gagal mengeksekusi penalti.

Shearer justru memuji ketiganya karena berani maju menjadi eksekutor penalti timnas Inggris meskipun masih berusia muda.

"Anda bisa melihat Rashford tidak melihat bola ketika melakukan ancang-ancang. Dia memilih untuk melihat Donnarumma," kata Shearer.

"Rashford sudah melihat kemana Donnarumma akan bergerak. Namun, eksekusi Rashford terlalu lemah. Dia terlalu banyak memoles bola," tutur Shearer.

"Anda tidak boleh mengkritik siapa pun yang sudah berani maju menjadi eksekutor penalti pada laga sebesar ini," ucap Shearer.

"Anda harus memberi pujian atas keberanian mereka," tutur legenda Newcastle United itu menambahkan. (*)