Kepulauan Talaud Diguncang 5 Kali Gempa Beruntun

Jakarta, Berita55 -- Sulawesi Utara diguncang lima kali gempa bumi beruntun pada Sabtu (10/7) pagi. Gempa bumi pertama terjadi pada pukul 07.43 WIB berkekuatan magnitudo 6,2.

Sementara gempa bumi susulan kedua terjadi pada pukul 07.51 WIB dengan kekuatan magnitudo 5,8.

Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengungkapkan gempa bumi susulan ketiga hingga kelima semakin kecil pada pukul 08.25 WIB dengan kekuatan magnitudo 3,6.

"Hingga pukul 08.25 WIB pagi ini, hasil monitoring BMKG terhadap gempa Laut Maluku M6,2 menunjukkan telah terjadi 5 (lima) kali aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,8 dan terkecil M3,6," kata Daryono.

Ia menegaskan gempa dangkal yang mengguncang kepulauan Talaud Sulut tersebut terjadi akibat adanya deformasi atau penyesaran pada Lempeng Laut Maluku.

"Hasil analisis mekanisme sumber gempa Laut Maluku M6,2 ini menunjukkan mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," ungkap Daryono.

Guncangan gempa Laut Maluku tersebut, kata Daryono, juga dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Utara, yakni di Sangihe III-IV MMI dan Tomohon, Bitung, Boltim II MMI.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Daryono juga menegaskan tidak ada peringatan tsunami.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami," tegas Daryono.

Kepulauan Talaud Sulawesi Utara diguncang gempa berkekuatan M6,2. Episenter di laut pada jarak 112 km arah barat daya Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 23 km. (*)