Danny Pomanto Tantang Pj Wali Kota Makassar Undang Dia ke Balaikota

Makassar, Berita55 -- Walikota Makassar terpilih, Danny Pomanto, angkat bicara, terkait pernyataan Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin, yang mengatakan dirinya tidak memberi ruang untuk melakukan pertemuan.

Menurutnya, perwakilan yang Pemerintah Kota Makassar kirim, dianggap tidak punya kapabilitas.

"Saya kan sudah bilang, timnya datang, tapi kompetensinya apa? Kalau saya tanya sama Basri sama Salim, kenapa ini (lelang) buru-buru? Dia bisa jawab? Kan tidak, jadi untuk apa," ujar Danny, Selasa (9/2/2021).

Ia pun menegaskan, untuk mempermudah pihak Pemkot, dirinya bersedia jika langsung diundang ke Balaikota, untuk bertemu dengan Prof Rudy.

"Begini saja Pj Undang saya ke Balaikota, saya datang. Atau kalau mau minta waktu tinggal telpon saya, atau minimal chat kalau tidak bisa, tidak usah kirim utusan," jelasnya.

Ia juga menekankan, jika dirinya tidak ingin ada kisruh yang bisa memecah belah masyarakat.

Sebab, saat ini pihaknya sedang fokus untuk menyusun strategi atau program saat dirinya menjabat nanti.

"Masih banyak hal yang lebih penting untuk diuruis dibanding lelang ini, salah satunya itu Covid-19, karena sampai saat ini kita lihat angkanya terus naik," tutup Danny.

Sebelumnya, Pj Walikota Makassar, Prof Rudy Djamaluddin mengungkapkan kesediaannya untuk menemui Walikota terpilih, Danny Pomanto.

Hal ini berdasarkan isi rekomendasi KASN, yang berisi, rencana pelaksanaan dan hasil seleksi terbuka untuk JPT Pratama, harus dikoordinasikan dengan Calon Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Kota Makassar, dalam hal ini Walikota Makassar hasil Pemilukada Tahun 2020.

Namun, kata Prof Rudy, hingga saat ini pihaknya belum diberi ruang untuk bertemu.

"Kita ingin sekali koordinasi, tadi pagi saya kirim lagi tim kesana untuk hadir, untuk bisa berkomunikasi, tetapi beliau belum kasi ruang untuk bertemu. Yah. Kabarnya beliau sedang istirahat," ujar Prof Rudy, Senin (8/2/2021).

Prof Rudy pun mengutus staf ahli bidang akuntabilitas pemerintahan, Salim Abdul Rahman, dan Seketaris BKPSDM Basri Rakhman, untuk menjembatani pertemuannya dengan Danny.

"Jadi saya kontrol Pak Salim, saya bilang gimana pak? artinya kalau beliau sudah menerima, saya bisa atur waktu untuk ke sana, kan lebih bagus lagi kalau saya menemui langsung," tutupnya. (trb)