PPKM, Mobilitas Sektor Ritel Turun 12 Persen

Jakarta, Berita55 -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan mobilitas masyarakat di sektor ritel turun 12 persen selama penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) jilid I dan II. Hal itu berdasarkan data Google Mobility.

Airlangga menyatakan mobilitas masyarakat di beberapa sektor lainnya juga turun selama PPKM jilid I dan II. Misalnya, mobilitas masyarakat di mal, serta makanan dan minuman (mamin) turun 3 persen.

"Fasilitas umum (fasum) minus 25 persen dan transportasi minus 36 persen," kata Airlangga dalam konferensi pers secara virtual, Senin (8/2).

Selain itu, mobilitas di perkantoran juga turun 31 persen. Pengurangan itu sejalan dengan banyaknya perusahaan yang masih menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Di sisi lain, Airlangga menyatakan mobilitas masyarakat di kawasan pemukiman naik 7 persen. Melihat realita ini, pemerintah memutuskan untuk menerapkan PPKM mikro.

"Jadi pembatasan di pemukiman dan tempat tinggal. Nanti yang bergerak di level desa, RT, RW. Kalau protokol di sektor ritel, mal itu sudah lebih ketat," jelas Airlangga.

Diketahui, pemerintah mulai menerapkan PPKM mikro 9 Februari hingga 22 Februari 2021. Pembatasan ini diterapkan di sejumlah kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan kebijakan PPKM. Namun, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan pembatasan itu tak efektif untuk mengurangi penularan covid-19.

Sebagai informasi, total kasus positif Covid-19 mencapai 1.157.837 orang hingga Minggu (7/2). Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.556 orang meninggal, 949.990 orang sembuh, dan 176.291 orang masih dalam perawatan.(com)