Kantor Ngeyel WFO, Anies Polisikan Pemilik

Jakarta, Berita55 -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan sidak ke sejumlah perkantoran di Jakarta, Selasa (6/7).

Ia meluapkan kemarahan lantaran mendapati masih ada perusahaan-perusahaan di sektor non-esensial yang mewajibkan karyawannya ke kantor selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Padahal aturan PPKM Darurat menyebut perusahaan sektor non-esensial wajib menerapkan bekerja dari rumah atau work from home 100 persen.

Insiden itu terekam dalam instastory Anies di Instagram, @aniesbaswedan. Dalam unggahannya, Anies tengah melakukan sidak ke PT Ray White dan PT Equity Life di Sahid Sudirman Centre, Jakarta Pusat, Selasa (6/7).

"Ibu Diana dan perusahaan ibu tidak bertanggung jawab. Ini bukan soal untung rugi. Ini soal nyawa. Kita ini mau nyelamatin nyawa orang, dan orang-orang seperti ibu ini yang egois. Ini pekerja-pekerja ikut aja," ujar Anies dengan nada cukup tinggi.

Perempuan yang dibentak Anies tampak hanya terdiam. Anies kemudian meminta PT Ray White menutup kantor dan menyuruh karyawan untuk pulang dan bekerja di rumah dan langsung menyegel kantor tersebut.

Setelahnya, Anies juga melakukan sidak ke PT Equity Life yang juga berada di Sahid Sudirman Centre. Anies terlihat geram ketika mengetahui ada salah seorang karyawan yang tengah hamil berada di kantor.

"Setiap hari kita nguburin orang, Pak. Bapak ambil tanggung jawab. Semua buntung pak, enggak ada yang untung. Apalagi ada ibu hamil masuk," tegas Anies.

"Ibu hamil kalau kena covid mau melahirkan paling susah. Pagi ini saya terima satu ibu hamil meninggal. Kenapa? Melahirkan, covid," ujarnya lagi.

Dalam keterangan yang diunggah ke akun Instagram resmi Equity Life, perseroan menyatakan pihaknya mengikuti aturan PPKM Darurat yang mengizinkan karyawan sektor esensial bekerja dari kantor WFO dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Berdasarkan sektornya, Equity Life tergolong dalam perusahaan keuangan non bank yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mengutip Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Penerapan PPKM Darurat Coronavirus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, disebutkan sektor esensial boleh memberlakukan WFO 50 persen.

"Untuk itu, kami tetap membuka kantor pemasaran dan layanan di seluruh Indonesia secara terbatas di masa PPKM ini," kata Corporate Communication Equity Life Yuliarti.

Sementara itu, kepolisian pada hari yang sama juga memeriksa manajer Ray White usai terjaring sidak yang dilakukan oleh Anies dan jajaran di perkantoran.

"Sedang diperiksa di Polda. Yang jelas ada yang kami mintai keterangan beberapa saksi sesuai dengan kapasitasnya, yang kami dapatkan pada di sana. Manajernya lah itu, apa HRD-nya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade saat dikonfirmasi.

Dia menjelaskan, penyidik masih melakukan pendalaman terkait terpenuhi atau tidaknya unsur dugaan pidana dalam perkara tersebut.

Penyidik akan memanggil saksi ahli untuk meyakinkan apakah perusahaan tersebut dapat dikategorikan sebagai sektor esensial dan kritikal atau tidak. (*)