Puluhan Nasabah BRI Kehilangan Saldo Tiba-tiba

Jabar, Berita55 -- Puluhan nasabah mendatangi kantor cabang PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI di Cianjur, Jawa Barat, karena kehilangan saldo di rekening secara tiba-tiba. Mereka mengaku tidak melakukan transaksi, tetapi mendapatkan pemberitahuan lewat pesan singkat bahwa ada penarikan.

Popy Damayanti salah satunya. Perempuan berumur 28 tahun ini mendapatkan pemberitahuan melalui pesan singkat bahwa ada penarikan dana sebesar Rp5 juta.

"Saya mendapatkan pemberitahuan melalui pesan singkat ke ponsel, terkait ada transaksi penarikan uang hingga Rp5 juta pada Minggu. Sementara saya tidak melakukan transaksi dan tidak keluar rumah, setelah saya cek uang di rekening sudah berkurang," ungkap Popy, dikutip dari Antara, Selasa (6/4).

Nasabah lainnya bernama Asep Sadili mengaku kehilangan uang sebesar Rp15 juta di dalam rekeningnya. Padahal, ia tak melakukan transaksi.Ia pun mendatangi kantor cabang Cianjur untuk melaporkan hal tersebut. Ketika sampai di lokasi, Popy melihat sudah banyak nasabah yang hendak melaporkan hal yang sama.

"Saya terkejut saat hendak menarik uang di ATM sebesar Rp2,5 juta, ditolak karena batas transaksi sudah melebihi batas. Padahal sejak dua hari terakhir tidak ada transaksi yang saya lakukan, setelah dicek saldo saya kosong, padahal terakhir masih ada Rp15 juta dalam rekening," cerita Asep.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan pihaknya akan mengganti seluruh kerugian apabila nasabah terbukti menjadi korban peretasan kartu ATM atau kejahatan perbankan skimming. Manajemen akan mengganti uang nasabah yang hilang karena terkena skimming maksimal 20 hari kerja sejak laporan diterima.

"BRI menjamin simpanan nasabah tetap aman dan masyarakat tak perlu panik serta khawatir uangnya hilang," kata Aestika.

Ia sudah menerima laporan dan menindaklanjuti sejumlah pengaduan nasabah di Cianjur. Proses investigasi terkait laporan itu masih terus berlangsung.

"Apabila terbukti merupakan korban tindak kejahatan skimming, BRI bertanggung jawab untuk segera menyelesaikan hal tersebut," jelas Aestika.

Bank pelat merah itu mengimbau agar nasabah lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankan. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah rutin mengganti PIN kartu ATM dan menjaga kerahasiaan data kartu hingga nomor OTP.

"Juga mengajak nasabah untuk mengaktifkan fitur SMS notifikasi guna mengetahui perubahan saldo nasabah atau mutasi rekening," kata Aestika.

Ia juga menyarankan kepada nasabah agar segera mengganti kartu debit ke kartu ber-chip. Perubahan kartu wajib dilakukan tahun ini sejalan dengan aturan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI).

"Penggunaan kartu debit ber-chip akan mengurangi tindak kejahatan perbankan dan juga keamanan simpanan nasabah," pungkasnya. (*)