Dua Bos Credit Suisse Mundur Usai Perusahaan Merugi

Jakarta, Berita55 -- Credit Suisse, bank asal Swiss, mengumumkan dua direksi akan mundur dari jabatan masing-masing karena membuat perusahaan menelan kerugian senilai US$4,7 miliar atau setara Rp68,15 triliun akibat kasus gagal bayar Archegos Capital. Keduanya dianggap bertanggung jawab pada kerugian tersebut.

Dua direksi itu adalah CEO Investment Bank Brian Chin dan Chief Risk and Compliance Officer Lara Warner. Pengunduran diri akan diresmikan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 30 April 2021.

"Kerugian signifikan dalam bisnis layanan utama kami terkait dengan kegagalan hedge fund yang berbasis di Amerika Serikat, tidak dapat diterima," ungkap CEO Credit Suisse Thomas Gottstein seperti dilansir dari CNBC.com pada Selasa (6/4).

Setelah RUPST, nantinya posisi Chin akan digantikan oleh Co-Head of International Wealth Management Investment Banking Advisory and Vice Chairman of Investment Banking Christian Meissner. Sementara Warner akan digantikan oleh Head of Compliance Joachim Oechslin. Keduanya efektif menjabat per 1 Mei 2021.

Tak hanya mengumumkan rencana mundur dua direksi, Credit Suisse juga akan menghentikan langkah pembelian kembali saham alias buyback karena penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Perusahaan juga akan memotong alokasi dividen bagi pemegang saham.

Rencananya, dividen akan dipotong dari 0,2926 franc Swiss atau setara Rp4.500 menjadi 0,1 franc atau Rp1.500 per saham.

"Khususnya setelah masalah hedge fund, dewan direksi mengubah proposal tentang distribusi dividen dan menarik proposal tentang kompensasi variabel dewan eksekutif," terang manajemen.

Sebelumnya, kasus gagal bayar Archegos Capital terjadi karena perusahaan tidak bisa memenuhi syarat margin call. Alhasil, bank yang menjamin transaksi Archegos ikut terseret kasus tersebut, seperti Credit Suisse, JPMorgan, dan Nomura. (*)