Banjir NTT, Bendungan Terbesar di Sumba Timur Jebol

Jakarta, Berita55 -- Bendungan Kambaniru yang terletak di Kecamatan Kambera, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), jebol akibat banjir yang dipicu badai siklon tropis Seroja yang menerpa wilayah NTT pada Minggu (4/4) lalu. Bendung Kambaniru adalah bendungan terbesar di Pulau Sumba.

"Bencana alam siklon tropis Seroja berdampak luas di Sumba Timur yaitu mengakibatkan Bendungan Kambaniru jebol. Kondisi bendungan sudah tidak bisa lagi menampung air untuk kebutuhan irigasi karena kondisinya rusak berat," kata Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing, Selasa (6/4).

Siklon tropis Seroja di NTT menyebabkan bencana banjir bandang di sejumlah daerah. Khristofel mengatakan Bendungan Kambaniru hancur diterjang banjir pada Minggu (4/4) pagi.

Menurut dia, pada bagian sayap dan bentangan Bendungan Kambaniru patah menjadi beberapa bagian akibat hantaman banjir. Luapan air dari Bendungan Kambaniru mengenangi rumah penduduk di Kecamatan Kambera.

Dia menambahkan kerusakan Bendungan Kambaniru mengakibatkan 1.440 hektare lahan persawahan di Kecamatan Kambera tidak bisa ditanami padi pada musim taman kedua tahun 2021.

"Sudah dapat dipastikan para petani tidak bisa menanam padi pada musim tanam kedua karena sumber air untuk persawahan tidak ada setelah Bendungan Kambaniru jebol," tegasnya.

Ia berharap Balai Sungai Provinsi Nusa Tenggara Timur Kementerian PUPR dapat membangun kembali Bendungan Kambaniru, sehingga 1.440 hektare sawah milik petani bisa ditanami pada tahun ini.

"Kami berharap pemerintah pusat bisa membangun kembali Bendungan Kambaniru agar petani di daerah ini bisa mengolah kembali lahan pertanian yang ada," kata Khristofel. (*)