Saudi Beri Izin Umrah Khusus Jamaah yang Divaksin

Jakarta, Berita55 -- Pemerintah Arab Saudi, pada Senin (5/4), memberikan izin umrah mulai awal Ramadan dan hanya untuk jemaah yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan dalam pernyataannya bahwa ada tiga jenis orang yang dianggap sudah "imun".

Mereka adalah yang sudah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19; mendapatkan sebuah dosis vaksin setidaknya 14 hari sebelum umrah; dan mereka yang telah sembuh dari Covid-19.

Hanya ketiga jenis jemaah tersebut yang akan mendapatkan izin untuk melaksanakan umrah, termasuk hadir dan beribadah di Masjidil Haram Makkah.

Persyaratan itu juga berlaku untuk jemaah yang ingin memasuki wilayah Masid Nabawi di Madinah.

Kementerian mengatakan kebijakan tersebut akan dimulai pada Ramadan, yang diprediksi dimulai pekan depan. Namun belum diketahui kebijakan itu akan diberlakukan sampai kapan.

Belum jelas pula apakah kebijakan yang muncul di tengah peningkatan kasus Covid-19 di negara tersebut akan diperpanjang hingga musim haji tahun ini.

Pada Juli 2020, Arab Saudi menggelar ibadah haji terbatas dan menjadi kegiatan haji dengan jumlah terkecil dalam sejarah dunia modern karena pandemi Covid-19.

Kala itu, hanya 10 ribu muslim warga Arab Saudi yang diizinkan untuk berhaji. Jumlah itu amat sedikit bila dibandingkan haji pada kondisi biasanya yang mampu melibatkan hingga 2,5 juta muslim dari seluruh dunia.

Kebijakan kuota untuk haji tahun ini juga belum dipastikan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Meski begitu, menurut laporan media pro-pemerintah Okaz, hanya jemaah yang sudah mendapatkan vaksin yang mungkin diizinkan berhaji pada tahun ini.

Pada Oktober 2020, Pemerintah Arab Saudi membuka Masjidil Haram untuk jemaah untuk pertama kalinya usai tujuh bulan ditutup karena pandemi.

Pembukaan itu juga sebagai langkah relaksasi pembatasan akibat pandemi dan memungkinkan sebagian pihak melaksanakan umrah.

Kegiatan umrah biasanya menarik jutaan muslim dari seluruh dunia setiap tahunnya. Pihak pemerintah setempat menyebut umrah akan kembali diberlakukan ke kapasitas penuh begitu ancaman pandemi mereda. (*)