PKS Kritik Polisi

Jakarta, Berita55 -- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera mengkritik pernyataan polisi yang menyatakan bahwa kelompok berpaham terorisme kerap berkamuflase dengan kedok kebebasan berpendapat.

Menurutnya, pernyataan tersebut berbahaya karena kebebasan berpendapat merupakan hal yang dijamin lewat konstitusi.

"Framing teror dikaitkan dengan kebebasan berpendapat berbahaya," kata Mardani, Senin (5/4).

Dia menerangkan, teror dan terorisme adalah musuh bersama. Menurutnya, mengaitkan teror dan terorisme dengan kebebasan berpendapat tidak tepat.

Mardani pun menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan salah satu hal yang dibutuhkan demi menegakkan demokrasi.

"Kebebasan berpendapat adalah hak yang dijamin oleh konstitusi. Justru salah satu tegaknya nilai demokrasi adalah adanya kebebasan berpendapat dan pers yang bebas," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan kelompok terorisme kerap berkamuflase saat melakukan aksinya. Bahkan, menurutnya, tak sedikit dari mereka yang menantang penindakan yang dilakukan aparat dengan kedok kebebasan berpendapat.

"Sering sekali terjadi di masyarakat ketika dia bicara bahwa ini kebebasan berpendapat padahal kami dari Polri tentunya bisa mengetahui latar belakang dari pada kelompok-kelompok ini," kata Rusdi dalam Webinar yang digelar Public Virtue dengan tema Bom di Makassar dan Penembakan di Mabes Polri, Perspektif Toleransi dan Demokrasi, Minggu (4/4).

Rusdi mengatakan, kebanyakan aksi teror akan didahului dengan narasi-narasi radikal, namun ketika mulai ditindak oleh aparat, mereka berkilah.

Rusdi menekankan pihaknya tentu tak akan serta merta melakukan penindakan pada kelompok yang memang tak dicurigai berafiliasi dengan tindakan radikalisme berujung terorisme. Apalagi, sambungnya, aparat kepolisian sangat mendukung dan sepakat terkait iklim demokrasi yang sehat.

"Bagaimana demokrasi di dalamnya toleransi pun hidup dengan sehat dengan cara cara seperti ini, demokrasi yang sehat toleransi juga sehat," kata dia. (*)