Pertama di Dunia, Bayi Lahir dengan Tiga Penis

Jakarta, Berita55 -- Seorang bayi laki-laki di Irak lahir dengan kondisi tiga penis di area reproduksinya. Bayi Irak yang punya tiga kemaluan ini menjadi kasus pertama triphallia atau triple penis pertama yang dilaporkan di dunia.

Mengutip Gulf News, kasus tersebut dikabarkan dalam sebuah laporan studi kasus yang dipublikasikan di International Journal of Surgery Case Reports (IJSCR).

Kasus bermula sejak orang tua menyadari adanya pembengkakan di area skrotum atau kantung yang berada di sekitar penis. Akibat kondisi tersebut, orang tua pun membawa sang bayi ke rumah sakit.

Dalam pemeriksaan, dokter kemudian menyadari keberadaan tiga penis di area reproduksi bayi. Kemudian, operasi pengangkatan penis pun dilakukan oleh para ahli bedah.

Para dokter juga sempat memeriksa keterpaparan bayi terhadap obat-obatan tertentu selama masa kehamilan dan faktor riwayat gentik keluarga. Hasilnya, semua ditemukan normal. Hingga saat ini, dokter belum mengetahui penyebab pastinya.

Mengutip Science Direct, triphallia sendiri merupakan kondisi medis yang belum pernah dilaporkan hingga saat ini. Bayi asal Irak menjadi pasien bayi pertama yang punya tiga kemaluan.

Pasien dengan supernumerary penis memiliki presentasi yang unik. Posisi penis bisa jadi ektopik atau ortotopik.

Kelahiran bayi laki-laki dengan lebih dari satu penis bukan hal yang baru lagi di dunia medis. Sebanyak 1 dari setiap 5-6 juta bayi laki-laki lahir dengan lebih dari satu organ reproduksi. Sebanyak 100 bayi tercatat lahir dengan kondisi dua penis atau diphallia.

Diphallia sendiri merupakan kondisi genetik di mana seseorang memiliki dua penis saat lahir. Kondisi ini pertama kali dilaporkan oleh dokter asal Swiss, Johannes Jacob Wecker pada 1609 silam.

Mengutip Healthline, diphallia sendiri kerap dikaitkan dengan banyak kondisi lain yang bisa menyebabkan masalah medis. Penderita diphallia kerap mengalami cacat bawaan lainnya, termasuk masalah pencernaan dan saluran kemih.

Pada bayi dengan diphallia, dokter kemungkinan akan mencatat kelainan pada penis, skrotum, atau testis. Sebanyak 80-99 persen bayi dengan diphallia akan memperlihatkan kondisi penis yang terbagi menjadi dua bagian (penile duplication) atau skrotum yang terbagi menjadi dua bagian (cleft scrotum).

Tak ada satu pun faktor yang diketahui berperan dalam perkembangan kondisi ini. Tak ada pula tindakan pencegahan yang dapat dilakukan oleh ibu hamil. Hingga saat ini, dokter dan ilmuwan tak memiliki cukup banyak kasus untuk meneliti lebih lanjut. (*)