Tesla & RI Bakal Produksi "Powerbank" Raksasa

Jakarta, Berita55 -- Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto mengatakan pihaknya telah menerima proposal investasi Tesla di Indonesia.

Menurutnya, proposal rencana investasi yang ditawarkan Tesla berbeda dengan calon mitra yang lain, yakni perusahaan asal China, CATL, dan perusahaan asal Korea Selatan, LG.

Perbedaan ini karena teknologi dasar yang digunakan Tesla berbeda dengan kedua perusahaan lainnya itu.

"Kalau saya lihat, memang proposal yang mereka berikan agak beda dengan CATL dan LG Chem karena sepintas memang base techno mereka agak beda. Ini dari kami excited kerja sama dengan Tesla," kata Septian.

Tambahnya, Tesla kemungkinan akan berinvestasi di bidang energy storage system (ESS). ESS ini seperti "power bank" dengan giga baterai skala besar yang bisa menyimpan tenaga listrik besar hingga puluhan mega watt.

Bahkan dapat mencapai 100 MW untuk stabilisator atau untuk pengganti sebagai pembangkit peaker (penopang beban puncak).

"Ini lagi dipelajari studinya. Mereka mencontohkan kesuksesan di Australia, mereka bangun cukup banyak hal seperti ini dan combine dengan renewable energy (energi terbarukan)," tambah Septian.

Selain itu, lanjutnya, Tesla menyampaikan bahwa negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang berpotensi mengombinasikan energi baru terbarukan dengan teknologi ESS ini.

Septian juga membeberkan bahwa pekan depan, Tesla akan melakukan diskusi secara virtual dengan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Inalum (Persero) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

"Minggu depan kita akan diskusi langsung dengan mereka (Tesla), melibatkan Antam, Inalum, nanti kita lihat. Pertemuan dengan tim Tesla secara virtual," tandasnya. (cb)