Pengusaha Hotel di Makassar Ancam Tak Bayar Pajak

Makassar, Berita55 -- Para pengusaha hotel di Makassar mulai geram terhadap pemerintah kota. Dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tak kunjung cair.

Melalui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, mereka mendatangi kantor DPRD Makassar, Rabu (3/2).

Didepan para anggota dewan, mereka mengancam tak akan membayar pajak jika dana hibah tak kunjung dicairkan pemerintah kota.

"Kita punya komitmen sesuai dengan hasil rapat, jika sampai akhir bulan ini dana hibah itu tidak dicairkan, maka pajak bulan Maret, kami akan tunda," kata Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga.

Jika ini smapai terjadi maka PAD Kota Makassar jelas akan anjlok. Setiap tahunnya, kata Anggiat, hotel dan restoran menyumbang pundi-pundi daerah hingga Rp 330 miliar.

"Itu di luar pandemi. Tahun 2020 karena pandemi pajak kira-kira Rp 180 miliar," bebernya.

Tambahnya, ia mengaku heran dengan tindakan Pemkot Makassar. Padahal sejumlah syarat sudah dipenuhi pihak perhotelan.

PHRI juga telah berbicara dengan Kementerian Pariwisata. Katanya, pencairan bisa dilakukan, cukup dengan adanya diskresi dari Wali Kota.

"Jadi sebenarnya ini sisa kemauan dari Pak Pj (Wali Kota), mau melakukan itu (diskresi) agar dana itu tersalur kepada industri. Kami industri yang lagi sakit yang saat ini tinggal hanya 20 persen bisa hidup lagi," keluhnya. (sdn)