Tes Covid-19 pada Anak yang Dianjurkan

Jakarta, Berita55 -- Pemeriksaan Covid-19 bisa dilakukan menggunakan tes antibodi, swab antigen atau swab PCR. Tapi, bagaimana pemeriksaan Covid-19 pada anak?

Pemeriksaan Covid-19 pada anak jadi kekhawatiran para orang tua. Selain karena khawatir akan hasil positif Covid-19, metode tes sendiri jadi perhatian.

Khususnya untuk tes swab dengan antigen atau PCR, petugas harus mengambil spesimen anak melalui usap nasofaring. Bahkan pada orang dewasa, tes swab ini bisa menimbulkan reaksi perih di area hidung hingga sakit kepala.

Dokter spesialis anak Galuh Hardaningsih mengatakan, tes swab baik dengan metode antigen atau PCR bisa dilakukan bahkan pada bayi. Namun, idealnya tes Covid-19 pada anak dilakukan dengan metode PCR karena tingkat akurasi lebih tinggi.

"Memang untuk anak yang paling ideal yaitu bilamana ada keluarga positif maka akan dilakukan pemeriksaan dengan PCR. Akan tetapi memang pada pelaksanaannya kita terbentur satu situasi yang tidak memungkinkan," kata Galuh dalam YouTube IDI Semarang, Selasa (29/6).

Dokter spesialis paru, Meita Hendrianingtyas mengatakan, ada beberapa kendala yang mungkin dihadapi saat tes swab pada anak.

Pada bayi, pemeriksaan swab mungkin tidak menimbulkan masalah karena tidak ada perlawanan. Namun, pada anak usia empat tahun ke atas, mungkin akan ada perlawanan ke petugas medis.

"Dia [anak] enggak bisa diprediksi apa kooperatif atau tidak. Kalau bayi, kan, dia akan pasrah saja. Tapi kalau sudah berusia 4 tahun itu bisa ada perlawanan, akan sulit karena tidak kooperatif," kata Meita.

Alternatifnya, pemeriksaan Covid-19 untuk anak bisa dilakukan pada orang dewasa terdekat. Sederhananya, diagnosis Covid-19 pada anak bisa dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pada orang tua anak.

Sebabnya, orang tua baik ayah atau ibu lebih dekat dengan anak sehingga kemungkinan kontak lebih banyak. Jika anak terpapar Covid-19, maka sang ibu kemungkinan juga akan terpapar, begitu juga sebaliknya.

"Kalau dari pengalaman selama ini, ketika anak enggak kooperatif, maka kami anjurkan tes swab pada yang paling dekat dengan anak, misalnya ke ibu. Ketika ibu positif Covid-19, ya, dianggap bayi atau anaknya itu positif," kata Meita.

Namun, pemeriksaan Covid-19 pada anak tetap bisa dilakukan dengan melihat kondisi anak. Jika anak bisa kooperatif dengan pemeriksaan swab, maka tes bisa dilakukan.

"Yang paling ideal adalah melakukan tes PCR kalau anak terkonfirmasi kontak erat dengan orang dewasa positif Covid-19," tutur Galuh.

Anak Perlu Isolasi Mandiri

"Isolasi mandiri bisa dilakukan bersamaan jika dalam satu keluarga ada lebih dari satu orang yang positif Covid-19," kata dokter spesialis penyakit dalam, Setyo Gundi Pramudo.

Sederhananya, anak dan orang dewasa positif Covid-19 bisa ditempatkan di satu ruangan yang sama. Namun, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemukan gejala seperti demam, flu, batuk, atau diare. (*)